Bakklava: Sweet Pastry of Dessert

Bakklava merupakan suatu hidangan penutup berupa pastry yang berisi serpihan kacang-kacangan dan tambahan sirup ataupun gula. Bakklava memiliki banyak variasi mengenai asal-usulnya karena banyak pihak yang mengklaim bakklava sebagai miliknya. Daerah yang sangat sengit mengklaim baklava sebagai khas daerahnya adalah Yunani dan Turki karena Bakklava bermula di Cyprus yang terdapat dua suku tersebut, dengan suku Yunani yang penduduknya lebih dominan di sana.

Pada zaman Ottoman Empire yang mengikuti kebudayaan Turki, Bakklava dihidangkan sebagai sajian penutup yang diberikan oleh orang-orang dengan status tinggi kepada teman, tetangga, dan orang-orang yang dikenalnya ketika masa liburan, seperti saat Ramadan. Tradisi tersebut masih berlangsung hingga tahun 1826.

turkish-baklava
Bakklava (Sumber: google.com)

Adapun budaya lain bakklava yang mengikuti tipe Yunani yaitu dihidangkan saat perayaan umat Kristiani, misalnya saat memperingati kenaikan Tuhan Yesus, maka bakklava akan dibuat dengan 40 lapisan karena Tuhan Yesus naik setelah 40 hari. Apabila berkunjung ke Yunani, bakklava merupakan pastry yang paling terkenal di sana dengan beberapa variasi rasa yang ditawarkan. Untuk sirupnya dapat dibuat dengan madu, lemon ataupun jeruk. Sedangkan untuk kacang-kacangan, biasa yang digunakan adalah almond, pistachio, walnut ataupun campuran dari beberapa jenis kacang.

Sumber:

Anonim. (2016, November 11). Baklava. Diambil kembali dari New World Encyclopedia: http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Baklava

Krondl, M. (2011). Sweet Invention: A History of Dessert. Chicago: Chicago Review Press.

Iklan

Table Manner – Etika Makan

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan salah satu hal yang saya pelajari dalam kelas Budaya Makanan, yaitu tentang table manner. Pada tanggal 5 November 2016, kami mengunjungi Hotel Santika, BSD untuk mempelajari table manner ala Eropa. Table manner dikenalkan oleh Eropa di Perancis pada abad 17, ketika masa pemerintahan Raja Louis. Awalnya sistem ini diaplikasikan hanya ketika ada jamuan dari bangsawan. Sekarang sistem ini sudah diterapkan dalam jamuan formal.

Terdapat beberapa jenis penyajian makanan, yaitu:

  1. Buffet/ Prasmanan
  2. Family style
  3. Set menu

IMG_20161105_101443.jpgPeralatan makan diletakkan dengan susunan seperti gambar di atas:

  1. Side plate
  2. Butter knife
  3. Salad fork
  4. Dinner fork
  5. Show plate
  6. Salad knife
  7. Soup spoon
  8. Dinner knife
  9. Dessert spoon
  10. Dessert fork
  11. Napkin

Show plate merupakan tempat dihidangkan menu utama yang akan kita santap saat itu. Misalnya, ketika akan menyantap sup, di sanalah diletakkan mangkuk sup tersebut.

Dalam mempelajari table manner di Hotel Santika, diterapkan sistem set menu yang makanannya dihidangkan satu per satu (course by course). Dijelaskan juga aturan table manner selama menyantap makanan.

  • Posisi: punggung tegak dan kursi tidak ditarik hingga terlalu dekat dengan meja supaya dapat bergerak dengan lebih leluasa. Tangan sebaiknya tidak diletakkan di atas meja, paling maksimal hanya sampai pergelangan tangan, bagian lengan sampai siku apabila berada di atas meja akan terkesan tidak sopan. Saat makan, makanan yang mendatangi mulut, bukan mulut yang mendekati makanan.
  • Napkin: biasanya dibukakan oleh pramusaji dan diletakkan di paha. Menaruhnya di bagian kerah bukanlah gaya Eropa dan memberikan kesan kurang elegan. Ketika penyantap ingin bangkit dari tempat duduknya, misalnya untuk ke kamar kecil, maka napkin dilipat kecil dan di taruh di meja di sisi kanan.
  • Makanan: Jangan menyuap makanan dalam porsi besar, sehingga tidak perlu membuka mulut terlalu besar dan tidak terlalu penuh dalam mulut. Apabila makanan tidak habis, tidak perlu dibagi-bagikan ke orang 1 meja, biarkan saja di piring dan akan diangkat oleh pramusaji apabila sudah ada tanda selesai makan.
  • Tanda selesai makan: Peralatan makan ada di jam 5 dan tidak perlu ditelengkupkan. Untuk sup, posisi sendok berada di luar mangkuk. Apabila peralatan makan (sendok/garpu/pisau) diletakkan dengan tata cara di atas, maka pramusaji akan mengangkat sajian tersebut meskipun masih ada makanan di atas piring.

Set menu dihidangkan dalam beberapa tahapan:

  1. Appetizer
    Appetizer biasanya menghidangkan makanan yang ringan saja, seperti roti, potato wedges, caviar, crudités dll.
  2. Salad
    Salah satu salad yang sering dihidangkan seperti caesar salad dengan anchovies yang merupakan khas salad tersebut.
  3. Soup
    Ada 3 jenis sup yang dapat dihidangkan, yaitu clear soup, cream soup, dan chilled soup. Clear soup adalah sup dengan kuah bening, seperti sayur sop, sop ayam; cream soup memiliki tekstur yang lebih kental karena lebih banyak tambahan susu dan coconut powder, contohnya mushroom soup, crab bisque; sedangkan untuk chilled soup adalah sup yang disajikan dalam keadaan dingin, namun jarang disajikan chilled soup.

    tomato-soup
    Tomato Cream Soup yang disajikan saat kelas table manner di Hotel Santika
  4. Main Course
    Main course sebagai menu utama dapat disajikan menu berupa nasi goreng, ssteak, pasta, fish fillet, dll.

    Chicken Cordon Bleu
    Main Course Chicken Cordon Bleu di Hotel Santika
  5. Dessert
    Beberapa contoh penutup yang disajikan adalah apple pie, cake, ice cream, ataupun  buah. Di Hotel Santika, disajikan penutup tiramisu cake dengan hiasan cocoa powder yang bertuliskan lambang Hotel Santika.

    Tiramisu Cake
    Dessert Tiramisu Cake Hotel Santika

Cara menyantap sajian:

  • Roti
    Sobek sedikit dengan tangan kiri, lalu oleskan butter menggunakan butter knife pada tangan kanan. Namun ingat, jangan mengangkat roti tersebut dari piringnya karena terkesan kurang elegan.
  • Sup
    Untuk menyantap sup, janganlah sampai sup tersebut menetes-netes, apalagi sampai ke napkin atau baju. Cara untuk menyantapnya supaya hal tersebut tidak terjadi adalah dengan menenggelamkan sendoknya ke tengah, lalu tepikan ke pinggir saat mengangkat sendok keluar dari supnya. Apabila sup tersebut masih panas, tiuplah dengan lembut dan elegan. Apabila sup sudah hampir habis, maka mangkuk sup boleh diangkat sedikit, kurang lebih diangkat setengah saja; jangan mengangkatnya hingga lepas dari meja.
  • Hidangan Utama
    Pegang pisau pada tangan kanan dengan posisi jari telunjuk yang mengarah ke depan untuk menekan kepala pisaunya. Lalu, gunakan tangan kiri untuk memegang garpu dengan jempol yang berada di tengah gagang garpu.
  • Dessert
    Apabila pramusaji telah membersihkan hidangan utama dari meja, ia akan memindahkan posisi dessert spoon ke sisi kanan dan dessert fork ke sisi kiri.
  • Minum
    Untuk memegang gelas wine, jangan digenggam bagian badannya, melainkan bagian lehernya yang tipis. Sedangkan untuk air mineral, tidak apa-apa untuk memegang bagian badannya.

Kuliner Khas Makassar: Sop Konro

Kali ini saya akan membagikan secara singkat tentang sop konro. Sop konro merupakan salah satu makanan khas Makassar. Konro dalam Bahasa Makassar berarti iga. Sop konro merupakan makanan yang utamanya adalah hidangan daging iga sapi beserta tulangnya. Selain itu, supnya menggunakan rempah-rempah khas Indonesia sehingga wanginya juga memiliki aroma yang khas, demikian juga rasanya.

Saya dan teman kelompok saya menemukan resep sop konro yang enak dan cara pembuatannya pun mudah. Saya akan membagikannya dalam video di link berikut. Dalam video tersebut juga terdapat info-info lainnya terkait sop konro, silahkan ditonton

Cara Membuat Sop Konro
Jika Anda menyukai video kami, mohon dilike dan subscribe ya 🙂 Apabila ada pendapat lainnya, boleh memberikan comment di video kami. Terima kasih 🙂

Salah satu restoran sop konro yang terkenal di daerah Jakarta adalah Sop Konro Karebosi yang berada di kawasan Kelapa Gading. Di sana terdapat sop konro, konro bakar, coto makassar dan menu khas Makassar lainnya. Kelompok saya sempat berfoto dengan Bapak Yasin Hanafie yang mengelola restoran tersebut dan beberapa cabangnya.

img_2850
Foto bersama Bapak Yasin Hanafie (tengah)

Ayam Ingkung – Khas Jawa (Yogyakarta)

ingkung.jpg

Ayam ingkung merupakan salah satu makanan khas orang Jawa daerah Yogyakarta yang juga telah menjadi tren wisata kuliner. Sebelumnya, ayam ingkung biasanya merupakan sesajen dalam suatu ritual. Ayam ingkung yang disajikan sebagai sesajen mempunyai arti untuk mensucikan orang yang punya hajat maupun orang yang mengikuti hajatan tersebut. Adapun arti ayam ingkung dalam acara Rosulan merupakan simbol permohonan maaf dan untuk dijauhkan dari dosa-dosa. Ayam ingkung juga dapat diartikan sebagai pengorbanan, cinta kasih sesama, atau hasil bumi. Sebelum ayamnya dimasak, biasanya akan diikat per bagian tubuhnya terlebih dahulu dan memiliki makna, misalnya kaki ayam yang diikat berarti berhati-hati dalam hidup.

Berikut akan saya beritahukan beberapa tips dalam memasak ayam ingkung. Umumnya untuk memasak ayam ingkung menggunakan ayam ras kate, tetapi tidak bisa sembarang ayam kate kita gunakan. Sebaiknya ayam kate tersebut adalah ayam kampung, jangan menggunakan ayam liar. Berbeda jenis ayam kampung atau ayam liar sudah dapat mengakibatkan perbedaan rasa masakan ini. Ketika ayam tesebut telah berusia lebih kurang 7 bulan, maka dia sudah siap dipotong untuk menjadi bahan utama masakan ayam ingkung. Dalam memasak ayam ingkung dibutuhkan beberapa rempah-rempah atau bumbu masak khas Indonesia dan sering dijumpai dalam masakan Indonesia, seperti santan, gula merah, lengkuas, serai dan lainnya lagi. Ayam ingkung yang telah dilumuri dengan bumbu halus (bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, kunyit, garam) kemudian ditambahkan santan dan bumbu lainnya dan diungkep selama 3 jam supaya mendapatkan daging ayam empuk dan enak karena bumbu-bumbunya sudah meresap ke dalam daging.

Ayam ingkung memiliki sajian pendamping yang disebut ‘Trancam’ yang isinya terdiri dari timun, kecipir, tauge, urap, kacang panjang, dan kemangi. Sayuran dalam trancam bisa diganti dengan sayur lainnya sesuai selera masing-masing orang.

trancam.jpg

Share: Kemajuan dalam Pengajuan SPP-IRT

Selamat siang, hari ini saya akan berbagi pengalaman dalam pengajuan SPP-IRT. Saya turut membantu Monkrips Indonesia mengajukan permohonan SPP-IRT untuk produk keripik pisangnya. Dalam artikel saya sebelumnya, sudah dijelaskan syarat-syarat pengajuan SPP-IRT.

Pada tanggal 14 Juli 2016, saya beserta kelompok telah menyerahkan berkas-berkas yang telah kami lengkapi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Selatan. Di sana kami bertemu Pak Hendra, setelah beliau memeriksa kelengkapan berkas kami, kami menanyakan butuh waktu seberapa lama supaya Monkrips Indonesia dapat memperoleh sertifikasinya. Lalu Pak Hendra menjelaskan bahwa masih ada banyak pemohon lain yang juga mengajukan permohonan SPP-IRT bahkan sebelum lebaran, sehingga beliau harus menyusun anggaran dana terlebih dahulu, kemudian setelah anggaran turun baru akan dilaksanakan pemeriksaan ke lapangan dan giliran Monkrips Indonesia mungkin akan lebih lama. Namun, berdasarkan penjelasan beliau, setelah pemeriksaan ke lapangan akan membutuhkan waktu beberapa minggu lagi untuk dikeluarkan sertifikasinya. Selain itu, untuk memudahkan komunikasi, Pak Hendra meminta kami untuk meninggalkan nomor telepon aktif yang dapat dihubungi dengan cepat supaya dapat dikonfirmasi waktu pemeriksaan lapangannya.

Di atas adalah pengalaman saya saat penyerahan berkas. Namun, sebelumnya ada beberapa rintangan. Sebelum menyerahkan berkas ke Dinkes, sebaiknya periksa kelengkapan dan kebenaran berkas yang diminta. Seperti ukuran foto yang diminta adalah 3×4,sedangkan yang kami miliki berukuran 4×6, untungnya kami menyadari hal tersebut sehari sebelumnya sehingga kami dapat menyediakan foto dengan ukuran yang benar. Kemudian, karena pihak Monkrips Indonesia baru memiliki sertifikasi PKP sehari sebelumnya, maka kami harus segera membuat salinan fotokopinya. Di sini tantangan terbesar menurut saya adalah waktu karena beberapa berkas tersedia ketika waktunya mepet dengan jadwal lainnya. Saat ini kami tinggal menunggu konfirmasi dari Dinkes untuk pemeriksaan lapangan dan semoga SPP-IRT untuk Monkrips Indonesia dapat keluar secepatnya.

Semoga bermanfaat bagi Anda sekalian untuk lebih memperhatikan beberapa hal penting. dalam pengajuan permohonan SPP-IRT. Terima kasih 🙂

Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)

Pada artikel ini akan dijelaskan sekilas mengenai P-IRT dan izinnya. Dikutip dari Dinas Kesehatan Sleman (2011), pengertian dari P-IRT adalah suatu perusahaan yang memproduksi pangan di tempat tinggal dengan alat-alat pengolahan manual hingga semi otomatis. Suatu perusahaan produksi pangan yang memiliki izin badan hukum, berupa sertifikasi BPOM maupun P-IRT merupakan suatu jaminan bagi konsumen bahwa pangan yang dikonsumsinya telah melewati pemeriksaan dari pemerintahan sehingga pangan tersebut aman dan sehat dikonsumsi.

SPP-IRT diberikan oleh Bupati/Walikota setempat, maka perlu diperhatikan dengan baik letak tempat usaha tersebut supaya ketika mengajukan permohonan sertifikasi tidak mencari badan hukum yang salah. Untuk memperoleh izin P-IRT diperlukan beberapa tahapan/syarat yang harus dipenuhi dan diatur dalam Perka BPOM RI NOMOR HK.03.1.23.04.12.2205 TAHUN 2012. Sebagai contoh, berikut adalah formulir pengajuan sertifikat P-IRT yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan.

Form PIRT
Formulir Permohonan SPP-IRT

Dari formulir tersebut meminta data produk secara jelas, produk juga harus sudah memiliki hasil uji laboratorium yang menunjukkan makanan tersebut bebas dari bahaya. Misalnya pada keripik pisang yang dibawa ke laboratorium Dinas Kesehatan ini diuji Angka Lempeng Total (ALT) serta Angka Kapang Khamir (AKK) kemudian akan diberikan hasilnya 1-2 minggu kemudian. Untuk label kemasan juga perlu diperhatikan syarat pembuatan label yang benar. Selain data produk, diperlukan juga data pemilik perusahaan tersebut sebagai orang yang bertanggungjawab atas produk yang dihasilkannya. Orang yang bertanggungjawab atau memiliki perusahaan tersebut harus sudah mengikuti penyuluhan keamanan pangan (PKP) dan memperoleh sertifikatnya. Dalam hal PKP, baik diperoleh dari kabupaten lain maupun kabupaten setempat dapat diterima selama pemilik sertifikat PKP mempunyai hubungan dengan produk, misalnya sebagai penganggung jawab atau pemilik. Adanya PKP di suatu wilayah biasanya sudah dijadwalkan terlebih dahulu, sehingga bagi orang-orang yang ingin mengikuti PKP sebaiknya memperhatikan waktu penyelenggaraannya supaya tidak terlewatkan.

Jenis pangan yang diizinkan memperoleh SPP-IRT dapat dilihat melalui dokumen BPOM di Lampiran 6. Pada dokumen tersebut juga dijelaskan secara rinci apa yang diperlukan secara umum untuk mendapatkan SPP-IRT. Namun, syarat-syarat tersebut dapat berbeda tergantung wilayahnya, maka sebaiknya ditanyakan dahulu ke dinas kesehatan setempat apa saja yang diperlukan supaya apa yang dikerjakan tidak menjadi sia-sia. SPP-IRT yang telah diperoleh mempunyai jangka waktu berlaku selama 5 tahun dan dapat diperpanjang apabila memenuhi persyaratan.

Peraturan Pangan – Bahan Tambahan Pangan

BTP – Fokus: PERETENSI WARNA

Bahan tambahan pangan (BTP) merupakan senyawa yang ditambahkan ke dalam makanan sehingga dapat merubah sifat maupun bentuk suatu pangan. Jenis dan jumlah BTP yang boleh digunakan diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 033  Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa terdapat 27 jenis BTP yang diizinkan untuk digunakan dalam bahan pangan, misalnya antibuih, pengawet, dan peretensi warna. Pada artikel ini akan dijelaskan lebih terperinci tentang peretensi warna (colour retention agent) yang mempunyai fungsi untuk mempertahankan warna pada pangan, ataupun untuk menstabilkan warna.

Berdasarkan Permenkes No. 33 Tahun 2012, senyawa yang diperbolehkan untuk berperan sebagai peretensi warna adalah Magnesium karbonat (Magnesium carbonate) dan Magnesium hidroksida (Magnesium hydroxide). Magnesium karbonat selain digunakan untuk peretensi warna, juga dapat digunakan sebagai pengatur keasaman dan antikempal yang penggunaannya diatur dalam peraturan tertentu lainnya. Sedangkan, fungsi lain dari Magnesium hidroksida adalah sebagai penstabil dan juga pengatur keasaman. Kedua senyawa ini diatur batas penggunaannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2013.

Magnesium karbonat dan Magnesium hidroksida mempunyai batasan penggunaan yang sama dalam kategori-kategori pangan yang sama, yaitu sebagai berikut:
bpom

Meskipun tertera nilai batas maksimumnya, tetapi pada bagian ADI (Acceptable Daily Intake) tercantum ‘tidak dinyatakan’ berarti bahan tambahan ini tidak berbahaya bagi kesehatan apabila pada jumlah asupan yang sewajarnya atau sesuai dengan kondisi tubuh. Senyawa-senyawa ini disebut sebagai BTP, maka tidak ditujukan untuk konsumsi langsung dan bukanlah bahan dasar untuk membuat suatu makanan,sehingga diperlukan tanggung jawab dan kebijakan dari pengguna supaya dapat digunakan pada tempat dan jumlah yang tepat.

Referensi

  1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan. 12 Juli 2012. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 33. Jakarta
  2. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2013 Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Peretensi Warna. 5 April 2013. Jakarta

Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)

Pada 29 April 2016, program studi Teknologi Pangan dan Digital Communication di Universitas Surya mengikuti seminar tentang Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang dibawakan oleh Bapak Turman M. Panggabean, SH.,MH. Dalam seminar tersebut terdapat beberapa hal yang dapat dipahami tentang HAKI.

Contoh yang digunakan adalah minuman berkarbonasi Coca-Cola untuk memahami dengan jelas apa yang dimaksud. HAKI yang ada pada produk tersebut : merek, desain, hak cipta, dan komposisi. Pada hal ini, komposisi masuk dalam 2 HAKI, yaitu paten dan rahasia dagang. Merek merupakan identitasnya, yaitu Coca-Cola. Desain yang ada produk tersebut merupakan keunikannya tersendiri. Misalnya bentuk botol, setiap industri mendesain bentuk botol produknya dengan berbeda-beda. Desain label pun demikian, bentuk tulisan setiap produk merupakan keunikan masing-masing. Selain itu juga masih terdapat desain industri dan desain tata letak sirkuit terpadu.

Komposisi dari suatu produk termasuk dalam rahasia dagang, apabila ditiru oleh orang lain maka melanggar HAKI produk tersebut. Apabila rahasia dagang ditiru oleh suatu pihak lain, maka dapat mengajukan penuntutan. Namun, dengan salah satu syarat bahwa bagian dari rahasia dagang tidak boleh mengganggu kenyamanan umum.

Merek merupakan tanda akan suatu produk, dapat berupa nama, gambar, angka, susunan warna. Merek mempunyai perbedaan dengan lainnya, sehingga tidak bisa hanya angka “1” atau “2” dan seterusnya sebagai merek. Merek merupakan kombinasi dari unsur-unsur tersebut sehingga dapat menjadi pembeda. Beberapa fungsi merek adalah sebagai tanda pengenal, alat promosi, jaminan mutu, dan menunjukkan asal barang tersebut. Merek yang ingin didaftarkan tidak boleh mengandung unsur nama kota, seperti Bandung, Yogyakarta, dan lainnya karena nama tempat tersebut tidak boleh dimonopoli siapapun. Fungsi pendaftaran merek yaitu sebagai alat bukti, menolak permohonan orang lain, dan mencegah orang lain menggunakan merek yang sama. Apabila suatu merek yang telah didaftarkan, namun dalam jangka waktu 3 tahun merek tersebut tidak digunakan untuk komersialisasi produk apapun, maka dapat dilaksanakan pembatalan terhadap merek tersebut.

Perlu diperhatikan etika dalam pemberian merek pada suatu produk. Istilah etika buruk ditujukan pada pihak yang membuat suatu nama/gambar merek dengan kemiripan tinggi dengan suatu merek terkenal, baik secara kasat mata, tulisan, maupun bunyi pelafalan. Contoh etika buruk yaitu, Lipton-Lip’ton; Marlboro-MatiLoBro; gambar yang sama hanya berbeda sedikit gradasi warna.